Hidup adalah pilihan... itulah yang sedang bahan tafakurku saat ini. bagaimana tidak, sejak kita menghirup nafas, sejak ruh ditiupkan ke dalam jasad kita, dan sejak kita diberi vasilitas berupa hidup dab kehidupan, kita selalu berhadapan dengan pilihan... yaa, kadang hanya dua pilihan, tiga pilihan, empat pilihan, bahkan lima pilihan sampai tak terhingga. Kata orang semakin banyak pilihan, semakin membingungkan. Tapi, bukankah tanpa adanya pilihan kita akan semakin bingung. itulah sebabnya kita lebih senang mengerjakan soal pilihan ganda daripada essay. iya kan??? Uniknya, apapun keputusan kita untuk menentukan pilihan, di dalamnya ada resiko yang akan kita terima. Saat kita lapar, kita punya dua pilihan, makan atau membiarkan diri kita tetap lapar. Jika kita memilih membiarkan diri kita lapar, maka resikonya adalah kita akan sakit (minimal sakit perut), bisa maag, busung lapar, dan yang paling menakutkan kalau sampai mati kelparan. Sedangkan jika kita memilih makan, maka kita punya...