Hidup Adalah Pilihan
Hidup adalah pilihan... itulah yang sedang bahan tafakurku saat ini. bagaimana tidak, sejak kita menghirup nafas, sejak ruh ditiupkan ke dalam jasad kita, dan sejak kita diberi vasilitas berupa hidup dab kehidupan, kita selalu berhadapan dengan pilihan... yaa, kadang hanya dua pilihan, tiga pilihan, empat pilihan, bahkan lima pilihan sampai tak terhingga.
Kata orang semakin banyak pilihan, semakin membingungkan. Tapi, bukankah tanpa adanya pilihan kita akan semakin bingung. itulah sebabnya kita lebih senang mengerjakan soal pilihan ganda daripada essay. iya kan???
Uniknya, apapun keputusan kita untuk menentukan pilihan, di dalamnya ada resiko yang akan kita terima.
Saat kita lapar, kita punya dua pilihan, makan atau membiarkan diri kita tetap lapar. Jika kita memilih membiarkan diri kita lapar, maka resikonya adalah kita akan sakit (minimal sakit perut), bisa maag, busung lapar, dan yang paling menakutkan kalau sampai mati kelparan. Sedangkan jika kita memilih makan, maka kita punya dua pilihan lagi, memasak sendiri atau beli makanan. Jika kita memilih memasak sendiri, berarti kita harus punya bahan makanan yang akan dimasak, dan jika kita memilih untuk membeli makanan siap saji kita harus rela kehilangan uang. bayangkan jika pada saat kita lapar dan kita memutuskan untuk makan, sementara kita tidak punya bahan makanan yang akan dimasak, juga tidak punya uang untuk membeli makanan siap saji, apa pilihan kita????
Pasti dan selalu ada pilihan. Dan apapun pilihan kita, ada resiko di dalamnya yang mau atau tidak mau, bersedia atau tidak bersedia, resiko itu harus kita tanggung.
Kata orang semakin banyak pilihan, semakin membingungkan. Tapi, bukankah tanpa adanya pilihan kita akan semakin bingung. itulah sebabnya kita lebih senang mengerjakan soal pilihan ganda daripada essay. iya kan???
Uniknya, apapun keputusan kita untuk menentukan pilihan, di dalamnya ada resiko yang akan kita terima.
Saat kita lapar, kita punya dua pilihan, makan atau membiarkan diri kita tetap lapar. Jika kita memilih membiarkan diri kita lapar, maka resikonya adalah kita akan sakit (minimal sakit perut), bisa maag, busung lapar, dan yang paling menakutkan kalau sampai mati kelparan. Sedangkan jika kita memilih makan, maka kita punya dua pilihan lagi, memasak sendiri atau beli makanan. Jika kita memilih memasak sendiri, berarti kita harus punya bahan makanan yang akan dimasak, dan jika kita memilih untuk membeli makanan siap saji kita harus rela kehilangan uang. bayangkan jika pada saat kita lapar dan kita memutuskan untuk makan, sementara kita tidak punya bahan makanan yang akan dimasak, juga tidak punya uang untuk membeli makanan siap saji, apa pilihan kita????
Pasti dan selalu ada pilihan. Dan apapun pilihan kita, ada resiko di dalamnya yang mau atau tidak mau, bersedia atau tidak bersedia, resiko itu harus kita tanggung.
Komentar
Posting Komentar